Jakarta – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kesehatan Kota Depok, berupaya meningkatkan gizi balita untuk mencegah stunting. INITOGEL Diketahui, masih terdapat 3.395 balita masuk kategori stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati,mengatakan, pada bayi stunting terdapat dua data yang digunakan, yakni SSGI dan data berdasarkan e-PPGBM.
Berdasarkan data survei atau SSGI, terdapat penurunan jumlah stunting dari 14,3 persen pada 2023, menjadi 12,5 persen pada 2024 atau mengalami penurunan sebanyak 1,8 persen.
“Kalau berdasarkan data surveillance, data e-PPGBM, data di Februari 2025, angka stunting kita di 3,79 persen atau jumlah balitanya mencapai 3.395 balita stunting,” ujar Mary, Senin (6/10/2025).
Mary menjelaskan, apabila melihat data berdasarkan SSGI jumlah balita stunting tinggi, dikarenakan hasil dari survei atau sampling. Namun berdasarkan data surveillance atau real berdasarkan e-PPGBM mencapai 3,79 persen.
“Ini mungkin memang belum 100 persen balita kita datang ke posyandu ya, sehingga ada balita yang memang belum diketahui status gizinya,” jelas Mary.
Upaya Tekan Angka Stunting
Mary menegaskan, Dinas Kesehatan Kota Depok telah berupaya menekan angka stunting dan meningkatkan gizi balita. Adapun upaya yang dilakukan dengan mengintervensi balita stunting maupun balita risiko stunting.
“Bahkan kita juga intervensi dari hulunya, yaitu pada remaja putri, calon pengantin, dan ibu hamil,” tegas Mary.
Dinas Kesehatan Kota Depok pada balita stunting diberikan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (POKMK). Nantinya pada metode PKMK akan diberikan resep dari dokter spesialis.
“PKMK ini nanti diresepkan oleh dokter spesialis, jadi balita stunting ini kita rujuk dulu ke dokter spesialis, baru kemudian diresepkan PKMK,” terang Mary.
Adapun untuk balita risiko stunting, terbagi dalam beberapa kategori, seperti balita berat badannya kurang, balita beratnya tidak naik. Adapun balita yang berat badannya satu kali tidak naik, akan menjadi sasaran untuk pemberian makanan tambahan.
“Kemudian juga balita gizi kurang, jadi untuk balita-balita yang resiko stunting ini, kita berikan PMT atau pemberian makanan tambahan,” ucap Mary.
Mary mengungkapkan, pemberian PMT lokal disediakan dari Puskesmas. Nantinya puskesmas memberikan PMT pada balita yang dibawa orang tuanya ke Posyandu.
“Kemudian yang dari hulunya menyasar remaja putri, calon pengantin, dan ibu hamil. Pada remaja putri kita lakukan skrining anemia dan pengecekan HB,” ungkap Mary.
TTD
Tidak hanya itu, lanjut Mary, Dinas Kesehatan Kota Depok memiliki program pemberian tablet tambah darah (TTD). Tablet tersebut diberikan untuk remaja putri yang diminum seminggu sekali.
“Hal tersebut dilakukan untuk mencegah anemia, dilakukan melalui sekolah tingkat SMP dan SMA se-Depok,” pungkas Mary.
Sumber : Bisnispasti.id